Telur Puyuh adalah telur yang dihasilkan oleh burung puyuh. Burung puyuh adalah unggas daratan yang kecil namun berbadan gemuk, mereka termasuk hewan pemakan biji-bijian namun juga pemakan serangga dan mangsa berukuran kecil lainnya. Mereka bersarang di permukaan tanah, dan berkemampuan untuk lari dan terbang dengan kecepaatan tinggi, namun dengan jarak tempuh yang relatif pendek. Kebanyakan telur puyuh dihasilkan dari peternakan burung puyuh yang sudah mengalami domestikasi dan permuliaan, atau bahkan sudah menjadi hibrida. Di Indonesia sendiri, peternakan burung puyuh dimulai sekitar tahun 1974. Sekarang telur puyuh umumnya dihasilkan dari ras Japonoca, yang bibitnya diimpor dari Taiwan, Jepang atau Hongkong. Keluarga burung puyuh termasuk jenis burung yang sering dimakan. Burung puyuh umumnya dimakan bersama dengan tulangnya karena mudah dikunyah dan karena ukurannya yang kecik sangat menyulitkan untuk mengeliminasi tulang dari dagingnya.
Peternakan burung puyuh petelur sangat produktif. Burung puyuh betina mulai bertelur umur 5 - 6 minggu. Masa produktifitasnya hanya 9 - 12 bulan, akan tetapi jika terawat baik mencapai 16 bulan. Produktifitas telur dapat mencapai 200 - 300 butir per ekor per tahun. Pada tingkat peternakan, produktifitas ternak dapat mencapai 80% dari populasi betina, sedangkan angka rata-ratanya sekitar 78%. Telur puyuh juga merupakan makanan yang lezat. Di Jepang seringkali mereka dimakan mentah bersama sushi dan umum di temukan pada menu makan siang. Di Kolombia digunakan untuk pelengkap hot dog dan hamburger. Di Filipina, telur burung puyuh yang direbus dan dicelup dengan saus lalu digoreng dengan banyak minyak ini menjadi jajanan lokal yang populer.
Berungtunglah kita penduduk Indonesia, karena telur puyuh bisa didapatkan dengan mudah dengan harga relatif murah. Di kawasan Eropa Barat dan Amerika Utara, telur puyuh dianggap sebagai makanan mewah. Padahal telur mungil itu memiliki banyak sekali manfaat. Telur puyuh merupakan sumber protein terbaik. Seratus gram telur puyuh mengandung 13,05 gram protein, sedikit lebih tinggi dari telur ayam maupun telur bebek.
Salah satu keunggulan protein telur dibangdingkan dengan protein hewani lainnya adalah daya cernanya yang sangat tinggi. Artinya, setiap gram protein yang masuk akan dicerna di dalam tubuh secara sempurna. Seratus gram telur puyuh dan telur bebek mengandung 263,4 mg kolin, lebih tinggi daripada kolin yang terdapat pada telur ayam. Namun, kebutuhan kolin setiap orang berbeda-beda.
Bagusnya telur puyuh tidak memiliki kolesterol jahat (LDL) dan sangat kaya dengan kolesterol baik (HDL). Tak seperti telur ayam, telur puyuh tidak menyebabkan alergi. Malah telur puyuh bisa membantu mengatasi gejala alergi. Mereka memiliki yang namanya protein ovomucoid, yang dipakai untuk produksi obat anti alergi. Merupakan kebiasaan bagus untuk mengkomsumsi 3-5 butir telur puyuh setiap pagi. Itu gunanya untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan memperbaiki proses metabolisme. Setelah 3-4 bulan rutin makan telur puyuh, tubuh akan terasa selalu berenergi.
Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Burung_puyuh
http://health.kompas.com/read/2011/06/03/13385556/Telur.Puyuh.Si.Mungil
http://peternakpuyuh.blogspot.com/
